Tampilkan postingan dengan label Kisah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kisah. Tampilkan semua postingan

Kamis, 14 Mei 2015

Kisah di Dapur Ibu


Rasulullah shallallahu alaihi wasallam pernah ditanya seorang sahabatnya :"Siapakah orang yang paling utama yang aku berbuat baik kepadanya?" Maka beliau mengatakan...":Ibumu"..."Kemudian siapa lagi.?".."Ibumu".. "kemudian siapa lagi ..?" "Ibumu..kemudian bapakmu.."

Perasaan seorang Ibu sangatlah sensitif dan berharga...
Bahkan...seorang sahabat pernah diperintahkan untuk membuat ibunya tertawa karena Ia menangis karena sang anak hendak hijrah..

“Abdulah bin Amru, suatu hari datang menemui Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam. Ia berkata, ‘Duhai Rasulullah! Aku sangat ingin berhijrah bersamamu. Namun tadi, aku meninggalkan kedua orang tuaku dalam keadaan MENANGIS. Apa yang harus kulakukan’ Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
Pulanglah. BUATLAH MEREKA TERTAWA, sebagaimana engkau telah membuatnya menangis.” (Diriwayatkan oleh Ibnu Hibban dalam Shahih-nya II: 63, Abu Dawud II: 17, Ibnu Majah II: 930, dan Ahmad I: 160)

Allahu akbar...
Bahkan ada ayat yang turun dari langit ke tujuh berisi

Sabtu, 19 November 2011

Mungkin Ini yang Terbaik

Suatu saat seorang raja menggunakan pisau untuk memotong buah-buahan. Tiba-tiba, sang raja terkaget dan kesakitan. Jari tangannya berkurang 1 akibat terpotong pisau! Sang raja kemudian menceritakan hal tersebut kepada perdana menterinya. Dengan tenang, perdana menteri tersebut menjawab, “Tenang saja rajaku, inilah yang terbaik bagi baginda”. Mendengar jawaban tersebut, sang raja marah dan berkata “Pengawal, masukkan ia ke penjara!

Walaupun dipenjara, sang perdana menteri masih dapat mengatakan, “Aku yakin, ini adalah yang terbaik bagiku” . Beberapa hari kemudian, sang raja berjalan sendirian ke hutan untuk merenung. Biasanya sang raja selalu mengajak perdana menteri apabila ingin pergi ke hutan untuk merenung. Tiba-tiba ia masuk ke dalam lubang jebakan kaum kanibal! Dengan penuh semangat, kaum kanibal tersebut menyiapakan ritual dan bersiap-siap untuk memakan sang raja. Sang raja ketakutan. Akan tetapi, tiba-tiba pemimpin kaum kanibal tersebut membuat pernyataan mengejutkan! ” Ia berkata “Walaupun kami kaum kanibal, selera kami bukanlah manusia cacat seperti Anda”. “Lihatlah jari tangan Anda!”. Akhirnya sang raja dibebaskan. Dalam perjalanan pulang menuju istana, sang raja teringat dengan perkataan perdana menterinya. Ia mulai berpikir bahwa apa yang diucapkan oleh perdana menteri ternyata benar. Dalam hati ia berkata, “Seandainya dahulu jariku tidak terpotong, mungkin saat ini aku sedang dimakan kaum kanibal tersebut. Ternyata memang benar, kejadian tersebut adalah yang terbaik bagiku.

Sesampainya di istana, sang raja langsung membebaskan perdana menterinya, kemudian menceritakan apa yang dialaminya. Dengan spontan, perdana menteri tersebut mengucapkan, “Seandainya aku tidak dipenjara, mungkin aku yang akan menjadi makanan kaum kanibal tersebut karena mereka tidak mau memakan baginda raja.”

Subhanallah.
Melihat kisah tadi, ternyata Allah selalu punya rencana yang terbaik bagi kita. Tak jarang kita mengeluh dengan apa sedang kita miliki padahal itulah yang terbaik bagi kita.

because always positive thinkings

Rabu, 14 September 2011

Wasiat kepada Nabi SAW dan Ibrahin bin Adham

Wasiat kepada Nabi SAW dan Ibrahin bin Adham
Dari Nabi saw. bersabda yang artinya, “Pada waktu malam saya di-isra-kan sampai ke langit, Allah swt telah memberikan lima wasiat, diantaranya adalah
• Janganlah engkau gantungkan hatimu kepada dunia karena sesungguhnya Aku tidak menjadikan dunia ini untuk engkau
• Jadikan cintamu kepada-Ku sebab tempat kembalimu adalah kepada-Ku
• Bersungguh-sungguhlah engkau mencari surga
• Putuskan harapan dari makhluk karena sesungguhnya mereka itu sedikit pun tidak ada kuasa di tangan mereka
• Rajinlah mengerjakan salat tahajud karena sesungguhnya pertolongan itu beserta qiamul lail.”

Ibrahim bin Adham berkata, “Telah datang kepadaku

Taubatnya Pengemis Yahudi Buta

Di sudut pasar kota Madinah Al-Munawaroh terdapat seorang pengemis yahudi buta. Hari demi hari apabila ada orang yang mendekatinya, ia selalu berkata, “Wahai saudaraku, jangan mendekati Muhammad. Beliau orang gila, pembohong dan tukang sihir. Apabila kalian mendekatinya, kalian akan dipengaruhinya.”
Setiap pagi Rasulullah saw mendatanginya dengan membawakan makanan. Tanpa berkata sepatah kata pun, Rasulullah saw menyuapi makanan yang dibawanya kepada pengemis itu, walaupun pengemis itu selalu berpesan agar tidak mendekati orang yang bernama Muhammad. Rasulullah saw melakukannya hingga beliau saw menjelang wafat. Setelah Rasulullah wafat, tidak ada lagi orang yang membawakan makanan setiap pagi kepada pengemis Yahudi buta itu.
Suatu hari Abu Bakar r.a. berkunjung ke rumah anaknya, Aisyah r.a. Beliau bertanya kepada anaknya, “Anakku adakah

Selasa, 06 September 2011

Salju turun di Madinah dan Gurun Sahara yang menghijau (Benarkah ini tanda kiamat sudah dekat?)


Sungguh, dunia ini telah semakin tua renta. Di tambah lagi dengan sikap manusia yang kian kemari terus saja menyebarkan kerusakan. Sehingga dengan adanya fenomewa luarbiasa – turunnya salju dan gurun yang menghijau – yang terjadi di jazirah Arab menjadi sebuah peringatan dari Yang Maha Kuasa agar manusia cepat bertobat dan kembali menjalani hidup dengan benar.

Salju telah turun di dataran Arab sebagai salah satu tanda datangnya Hari Kiamat, sebagaimana diberitakan oleh TV Arab Saudi dan diberitakan kembali oleh Nuansa Pagi RCTI (Selasa, 15 Januari 2002) lalu, bahwa:

Jumat, 22 Juli 2011

Sebutir Kurma Penjegal Do'a


Usai menunaikan ibadah haji, Ibrahim bin Adham berniat ziarah ke mesjidil Aqsa. Untuk bekal di perjalanan, ia membeli 1 kg kurma dari pedagang tua di dekat mesjidil Haram.
Setelah kurma ditimbang dan dibungkus, Ibrahim melihat sebutir kurma tergeletak didekat timbangan. Menyangka kurma itu bagian dari yang ia beli, Ibrahim memungut dan memakannya. Setelah itu ia langsung berangkat menuju Al Aqsa.
4 Bulan kemudian, Ibrahim tiba di Al Aqsa. Seperti biasa, ia suka memilih sebuah tempat beribadah pada sebuah ruangan dibawah kubah Sakhra. Ia shalat dan berdoa khusuk sekali.
Tiba tiba ia mendengar percakapan dua Malaikat tentang dirinya.
"Itu, Ibrahim bin Adham, ahli ibadah yang zuhud dan wara yang doanya selalu dikabulkan ALLAH SWT," kata malaikat yang satu.
"Tetapi sekarang tidak lagi. doanya ditolak karena 4 bulan yg lalu ia memakan sebutir kurma yang jatuh dari meja seorang pedagang tua di dekat mesjidil haram," jawab malaikat yang satu lagi.
Ibrahim bin adham terkejut sekali, ia terhenyak, jadi selama 4 bulan ini ibadahnya,
shalatnya, doanya dan mungkin amalan-amalan lainnya tidak diterima oleh ALLAH SWT gara-gara memakan sebutir kurma yang bukan haknya. "Astaghfirullahal adzhim" ibrahim beristighfar.
Ia langsung berkemas untuk berangkat lagi ke Mekkah menemui pedagang tuapenjual kurma. Untuk meminta dihalalkan sebutir kurma yang telah ditelannya.
Begitu sampai di Mekkah ia langsung menuju tempat penjual kurma itu, tetapi ia tidak
menemukan pedagang tua itu melainkan seorang anak muda. "4 bulan yang lalu saya membeli kurma disini dari seorang pedagang tua. kemana ia sekarang ?" tanya ibrahim.
"Sudah meninggal sebulan yang lalu, saya sekarang meneruskan pekerjaannya berdagang kurma" jawab anak muda itu.
"Innalillahi wa innailaihi roji'un, kalau begitu kepada siapa saya meminta penghalalan ?".
Lantas ibrahim menceritakan peristiwa yg dialaminya, anak muda itu mendengarkan penuh minat. "Nah, begitulah" kata ibrahim setelah bercerita, "Engkau sebagai ahli waris orangtua itu, maukah engkau menghalalkan sebutir kurma milik ayahmu yang terlanjur ku makan tanpa izinnya?".
"Bagi saya tidak masalah. Insya ALLAH saya halalkan. Tapi entah dengan saudara-saudara saya yang jumlahnya 11 orang. Saya tidak berani mengatas nama kan mereka karena mereka mempunyai hak waris sama dengan saya."
"Dimana alamat saudara-saudaramu ? biar saya temui mereka satu persatu."
Setelah menerima alamat, ibrahim bin adham pergi menemui. Biar berjauhan, akhirnya selesai juga. Semua setuju menghalakan sebutir kurma milik ayah mereka yang termakan oleh ibrahim.
4 bulan kemudian, Ibrahim bin adham sudah berada dibawah kubah Sakhra. Tiba tiba ia mendengar dua malaikat yang dulu terdengar lagi bercakap cakap. "Itulah ibrahim bin adham yang doanya tertolak gara gara makan sebutir kurma milik orang lain."
"O, tidak.., sekarang doanya sudah makbul lagi, ia telah mendapat penghalalan dari ahli waris pemilik kurma itu. Diri dan jiwa Ibrahim kini telah bersih kembali dari kotoran sebutir kurma yang haram karena masih milik orang lain. Sekarang ia sudah bebas."
Dari kisah diatas kita dapat menarik kesimpulan bahwa kita harus berhati-hati terhadap makanan yang masuk ke tubuh kita, walaupun itu hanya sekedar cemilan sekalipun maka harus dipastikan kehalalanya.Lebih baik tinggalkan saja bila ragu...

Selasa, 21 Juni 2011

Rahasia Perjuangan


“Life is stuggle. He one who enjoys this stuggle is the real winner.
Hidup adalah perjuangan. Siapapun yang menikmati perjuangan tersebut adalah pemenang sejati” (Anupama Kamble)
Ada sebuah kisah yang patut menjadi renungan kita bersama bagaimana kita mensikapi hidup dan perjuangannya. Pada suatu ketika seorang pemuda menemukan kepompong seekor kupu-kupu. Suatu hari lubang kecil muncul pada kepompong tersebut. Pemuda itu duduk mengamati dalam beberapa jam calon kupu-kupu itu ketika berjuang dengan memaksa diri melewati lubang kecil itu. Setelah beberapa saat, kupu-kupu itu berhenti membuat kemajuan. Kelihatannya si kupu-kupu telah berusaha semampunya dan tak bisa lebih jauh lagi. Akhirnya si pemuda memutuskan untuk membantu sang kupu-kupu.. Dia mengambil sebuah guntingdan memotong sisa kekangan pada kepompong itu. Kupu-kupu tersebut akhirnya keluar dengan mudahnya. Gembira hatipemuda tersebut karena telah melepaskan kesulitan yang diderita oleh kupu-kupu itu.
Namun , kupu-kupu tadi mempunya tubuh gembung dan kecil , sayap-sayapmya mengkerut. Pemuda it uterus mengamatinya karena berharap bahwa pada suatu saat sayap-sayap itu akan mekar dan melebar sehingga mampu menopang tubuh si kupu-kupu yang mungkin akan berkembang seiring dengan berjalannya waktu. Kenyataannya, kupu-kupu itu menghabiskan sisa hidupnya merangkak disekitar pemuda dangan tubuh gembung dan sayap-sayap yang mengkerut. Dia tidak pernah bisa terbang. Yang tidak dimengerti dari kebaikan dan ketergesaan si pemuda tersebut adalah bahwa kepompong yang menghambat dan perjuangan yang dibutuhkan kupu-kupu untuk melewati lubang kecil adalah jalan allah untuk memaksa cairan dari tubuh kupu-kupu itu ke sayap-sayapnya sedemikian rupa sehingga dia akan siap terbang begitu dia memperoleh kebebasan dari kepompong tersebut.
Dari kisah tersebut kalau kita renungi kadang-kadang yang namanya perjuangan adalah suatu yang kita perlukan dalam hidup kita. Jika Allah membiarkan kita hidup tanpa hambatan, perjuangan dan pengorbanan, itu mungkin justru akan melumpuhkan kita. Kita mungkin tak sekuat yang semestinya yang dibutuhkan untuk menopang cita-cita dan harapan yang kita mintakan. Kita mungkin juga tidak memahami arti cinta dan pengirbanan. Kita mungkin tidak akan pernah dapat “terbang”.
Begitulah Allah membimbing kita. Kadang Allah tidak memberikan yang kita minta, tapi dengan pasti Allah memberikan yang terbaik untuk kita. Namun kebanyakan kita tidak mengerti, mengenal, bahkan tidak mau menerima rencana Allah. Tetap berjuang, jangan pernah bosan berusaha, jangan berhenti berkorban, kemudian berserah diri. Hidup adalah perjuangan, disanalah butuh pengorbanan. Sesungguhnya Allah itu Maha Pengasih dan Maha Penyayang