Seekor anak tikus bertanya sama induknya
Anak tikus: ma, ma, itu apa ma?
Induk: itu kelelawar nak
Anak tikus: kok mukanya mirip kita ya ma?
Induk: oh iya nak, itu masih sodara kita, cuman waktu sekolahnya dia ngambil jurusan penerbangan
Anak tikus: @#*:!
#CeritaAsem (via Benz)
Face Book(1-10) VS Twitter(1-10)
anda milih yg mana??
abang : dek, abang kn udah lama tuh, ga pulang2 krumah,
nah skrang abang mau ngasih dedek hasil yg slama ini
abang dpet, mau ga?
dedek : mau lah bang, siapa jga yg ga mau, emank hasil nya
apa tuh? (ngarep.id)
abang : selama ini abang tlah buat kota sendiri loh..! :D
dedek : ahk.. yg bener?
abang : beneran donk..
dedek : emank nama kotanya apa?.. dan lokasi nya dimana?
abang : namanya -abang town- kalo lokasi sangat strategis loh.. di -AS-!
dedek : waw!! keren tuh bang,
Sabtu, 31 Desember 2011
Senin, 21 November 2011
Mengungkap Rahasia Wanita Muslimah?

Bagi Muslimah,Wanita shalihah merupakan cita-cita dan usaha.
Bagi Muslimin,Wanita Shalihah merupakan dambaan dan keriteria.
■ Seorang wanita shalihah lebih baik dari 70 orang waliyullah.
■ Seorang wanita jahat lebih buruk daripada 1000 lelaki yang jahat.
■ Dua rakaat shalat dari wanita hamil lebih baik daripada 80 rakaat shalat wanita yang tidak hamil.
■ Wanita yang memberi susu kepada anaknya dari buah dadanya akan mendapat satu pahala dari tiap-tiap tetes susu yang diberikannya.
■ Apabila seorang suami pulang kerumah dalam keadaan letih dan istrinya melayani dengan baik maka mendapat pahala jihad.
Sebatas Cinta

Akhina wa Ukhtina, saudara (i) sahabatz semuanya, atau siapa aja deh yang penasaran ama yang namanya “cinta”, ada kabar asyik tentang perasaan aneh yang satu ini. Ternyata ketidakabadian cinta itu bukan hanya sebuah mitos doang atau cerita-cerita dalam sinetron, atau dongeng sebelum tidur, atau apalah namanya, tetapi dah bisa dibuktiin secara ilmiah lho…
Hal ini semakin jelas saat dikemukakannya teori four years itch oleh seorang antropolog asal negeri si Rambo, Amerika Serikat. Namanya Helen Fischer. Dia menemukan fakta bahwa ternyata cinta itu garansinya ngga lebih dari empat tahun. Ini mengindikasikan bahwa cinta itu emang ngga abadi (dalam kasus ini kita ngebahas tentang cintanya para remaja saat pacaran yang rata-rata lebih didominasi oleh nafsu).
Makanya, buat kalian yang saat ini lagi berjuang menaklukkan hati seseorang, atau bagi kalian yang udah merasa sukses menjalani aktivitas pacaran, hal ini sangat penting untuk kalian ketahui.
Harus diakui, cinta emang kebutuhan primer setiap manusia. Once more, kebutuhan primer. Namun terkadang kita salah dalam menginterpretasikan anugerah Allah ini. Perasaan cinta yang mendominasi remaja saat ini tidak lebih dari sebuah kamuflase yang ngga jelas arahnya. Datang ngga dijemput, pulang pun ngga minta pamit. Ya, cinta emang mirip ama jelangkung yang sama sekali ngga membawa manfaat buat kita. Ngga heran kalo kemudian muncul ungkapan yang menganggap cinta itu kayak permen karet. Awalnya aja yang manis, lama kelamaan akan terasa hambar dengan sendirinya, meski banyak kalangan yang mengklaim bahwa cintanya ngga pernah mati. Wah, mirip slogan Kartu A*, ngga ada matinya…
Padahal kalo kita kaitkan ama Hukum Gossen (masih ingat kan ama teori ekonomi yang satu ini?), yakni saat kebutuhan manusia pada suatu hal senantiasa terpenuhi, maka pada akhirnya akan mengalami kebosanan dan tentunya beralih mencari hal-hal baru. Nah, tuh kan…?
Kembali ke teori four years itch. Menurut Helen Fischer, saat terkena Virus Merah Jambu (VMJ), orang brewok nan sangar pun bisa menjadi lebih romantis. Perubahan yang demikian itu diakibatkan oleh hormon yang diproduksi oleh otak.
Trus, muncul berbagai pertanyaan, gimana sech caranya hormon itu bekerja saat seseorang lagi falling in love…? Emangnya cinta itu lahir hanya karena hormon doang…? Tentu saja bekerjanya hormon-hormon tersebut ngga terjadi gitu aja melainkan melalui beberapa tahap. Dalam bukunya, Penuntun Mengapa Harus Pacaran, Rabiatul Adawiyah menjelaskan bahwa proses bekerjanya hormon itu melalui tiga tahap.
Tahap pertama, yakni saat munculnya sebuah “kesan” ketika terjadi interaksi dengan lawan jenis. Misalnya, kontak mata dalam pandangan pertama. Ceileee…
Saat itulah otak mulai bekerja kayak komputer yang merekam data-data dan mencocokkannya dengan data sebelumnya. Nah, ketika itu mulailah seseorang mencari tau sebab ketertarikannya dengan lawan jenis.
Setelah itu, muncul hormon phenylethelamine (PEA). Ini dia tahap kedua. Hormon yang sulit diucapkan ini, adalah penyebab timbulnya senyum saat kesan tadi muncul. Trus, hormon dopamine dan norepinephrine yang juga terdapat dalam saraf manusia turut ambil bagian. Kumpulan hormon inilah yang secara berjamaah menjadi pemicu munculnya gelora cinta. Tapi sayang sekali, setelah dua tiga tahun daya tahan hormon-hormon ini mulai berkurang. Ughhh…
Trus, tahap terakhir, tahap ketika gelora cinta tadi mulai mereda berganti dengan kasih sayang. Kemudian hormon endorphins, senyawa kimia yang identik dengan morfin mengalir ke otak dan menimbulkan efek kayak narkotika. Nah, dalam kondisi kayak gitu, jiwa seseorang akan merasa damai, bahagia dan enak tenang…
Ikhwani Fillah yang disayangi Allah…
Ternyata efektivitas hormon-hormon itu cuma sekitar empat taon lho! Sebagaimana sebuah reaksi kimia, maka setelah itu ngga berbekas lagi. Fischer mengungkapkan bahwa kebanyakan pernikahan berakhir dengan perceraian saat menginjak usia empat tahun. Kalau pun bertahan, masih menurut Fischer, pasti karena faktor-faktor laen. Duh kacian yah…
Cinta emang ngga semata-mata muncul karena hormon aja. Banyak kok faktor yang mempengaruhi, termasuk salah satunya faktor sosial. Dalam hal ini, seorang psikolog yang juga dari negerinya si Rambo, Diana Lie, mengemukakan bahwa orang yang menjalani masa pernikahan atau pun pacaran dalam waktu yang lama, itu disebabkan oleh faktor friendship alias persahabatan.
Nah, masih percaya ngga kalo cinta itu bisa awet…? Makanya, kalo mau nunjukin bahwa cinta kalian adalah cinta sejati, nikah dong…!!! Tunjukin bahwa kalian emang patut dicatat dalam sejarah percintaan yang langsung nikah tanpa lewat pacaran. Lagian kalo dipikir-pikir, keuntungan apa sih yang didapatkan lewat aktivitas syahwat itu? Malah realitas menunjukkan bahwa mudharat (kerugian) yang dihasilkan dari aktivitas itu lebih gede dibanding maslahatnya (keuntungannya). Betapa tidak, orang yang sejatinya belum jelas untuk kita jadikan istri or suami, udah bikin kita puyeng tujuh keliling.
Adalah sebuah pekerjaan sia-sia ketika setiap saat kita mikirin anak orang, jajanin anak orang, bahkan marah-marahin anak orang yang udah jelas belum ada aqad secara sah yang mengikat hubungan kita. Sadar ngga, semua hal itu nggak pernah terpikirkan karena otak udah tersumbat akibat pengaruh cinta tadi. Cinta yang hanya dilandasi nafsu syahwaniyah. Cinta yang membutakan pandangan dalam melihat sebuah kebenaran.
Yakin aja dhe bahwa kalian ngga bakalan punah kalo ngga kenal aktivitas pacaran. Malah justru sebaliknya nih. Lho, kok bisa? Lha iya. Coba aja dipikir, ketika seorang mengalami broken heart alias patah hati, trus… muncul perasaan sedih tak terbendung yang ngga tau mau dibagi ama siapa, ditambah lagi udah dipanas-panasin ama syaithan, maka bukan hal yang mustahil ketika ia mengambil keputusan terburuk. “Bunuh diri…!!!” udah banyak tuh kasus kayak gini yang bisa jadi bahan pelajaran buat kita. Dengan alasan mempertahankan “cinta suci”, ada yang malah bunuh diri berjamaah.
Alih-alih mengakhiri penderitaan, malah mengorbankan jiwa yang sangat dijunjung tinggi oleh agama. Ia justru menuju pada penderitaan tiada akhir. Bunuh diri sama halnya mengambil jalan pintas menuju neraka…
Oleh karenanya, tanamkan dalam diri prinsip “Jojoba” alias Jomblo-jomblo Bahagia. I can be happy without darling, saya tetap bisa hidup tanpa kekasih. Meski prinsipnya ngga keren, tapi bahasanya funky men… *_*
Once more, pacaran itu ngga ada gunanya. Sama sekali ngga ada. Allah udah ngelarang kita mendekati zina yang ditegaskan dalam firman-Nya pada Surah al-Isra’ ayat 32. Bukankah pacaran adalah sarana menuju perilaku binatang tersebut? Jadi, buat kalian yang udah terlanjur berikrar sumpah setia ama pasangannya, atau udah ngaku-ngaku bahwa cintanya seluas jangkauan tel**msel, masih ada kesempatan untuk merubah diri. Jangan ditunda-tunda lagi. Sebab siapa yang bisa jamin kalo kita masih bisa menikmati sinar mentari esok pagi?
Islam udah ngatur bagaimana seharusnya kita berinteraksi ama lawan jenis. Apalagi dalam hal mengenal calon pasangan hidup, ngga’ maen embat kiri kanan aja. Karena itulah diperlukan sarana terbaik, yakni Ta’aruf.
Kita ngga dilarang jatuh cinta, sebab hal itu sama halnya membunuh fitrah manusia. Emang bisa…? Tapi, aplikasinya tuh yang salah. Sebab kebanyakan kita keliru bereksperimen saat kesambet VMJ ini. Sekali lagi, ada alternatif laen. Ta’aruf…!!!
Tapi sekarang, orang-orang pada bingung, gimana seh caranya mengenal pasangan hidup tanpa lewat pacaran? Kayak beli karung dalam kucing aja (eh, kebalik tuh…!). Truss, di sisi laen, pacaran yang ngga ada komitmen lebih jauh buat nikah ternyata dilakoni oleh kebanyakan kita. Dengan anggapan bahwa pacaran ngga harus nikah. Lebih gampang?! Beda ama ta’aruf. Ujung-ujungnya tentu saja biar bisa nikah. Berat bro’…!!!”
Nah, di sinilah bedanya yang suka maen-maen ngejalani hidup ama yang serius menjadikan hidup ini untuk bekal akhirat. Yang pasti, segudang keuntungan bakal kalian dapatkan jika mengenal calon pasangan hidup lewat ta’aruf. And ngga hanya itu, keuntungan dunia wal akhirat bisa kalian peroleh kalo mampu mempertahankan kesucian cinta kalian di atas norma-norma yang udah diatur dalam agama.
Nah, buat saudara-saudariku, masih pengen pacaran…???
Saya jadi keingat pada nasihat dari Ustadz Aa Gym yang sangat penting untuk kita fahami maknanya. Kata beliau:
Saudaraku..
Bahu membahulah membangun cinta dengan para pecinta
Cinta kebenaran…
Cinta Rasulullah…
Cinta semata-mata karena Allah.
Berbahagialah orang yang hatinya dihidupkan dengan cinta.
Seindah-indahnya cinta adalah cinta kepada penggenggam alam semesta
Yang Maha Mencintai dan tak pernah putus cinta-Nya.
Wallahua’lam bish shawwab.
By Editeed FHAA dari satu sumber ^_^
Wahai Kaum Adam

Pria yang menarik, tidak harus selalu tinggi besar, tidak harus selalu sukses dalam bisnis, juga tidak harus berduit banyak melebihi berat badan, tetapi bisa membuat wanita merasa senang, membuat wanita merasa ingin mendekat, dan juga tulus hati.
Sebenarnya wanita menuntut pria, bukanlah harus selalu memiliki segala pesona dan keunggulan seorang pria, tetapi ada satu hal, seorang pria harus hidup dengan harga diri, dalam hati seorang pria harus ada seorang wanita yang lebih penting dibandingkan dengan pekerjaannya, teman, pergaulan dan lain sebagainya.
Melihat pria-pria di sekitar kita, ada yang setelah berduit lupa akan jalinan cinta suami istri, putus hubungan dengan orang tua, pria semacam ini tidak ada yang mengagumi. Ada juga yang setelah naik pangkat lupa akan segalanya, pria yang memandang sebelah mata pada orang lain, juga tidak akan mendapatkan senyuman dari orang lain. Mengapa demikian? Karena ia tidak berperasaan.
Pria yang menarik mengerti bahwa begitu ia keluar dari rumah ia adalah seorang Direktur, seorang General Manager, seorang pemimpin, bahkan merupakan seseorang yang statusnya lebih tinggi lagi, tapi setelah pulang ke rumah dia hanya tahu bahwa dirinya adalah suami bagi seorang istrinya di rumah, adalah seorang ayah dari anak-anaknya, adalah anak dari orang tuanya, dan hanya status inilah yang kekal.
Maka tidak perlu didesak, dia juga akan pro aktif pergi ke supermarket untuk belanja sayur-sayuran, juga memasak sendiri, tanpa peduli ia akan rugi jika membeli sayuran seorang diri, tak peduli kalau dirinya bukan ahli masak. Selain itu, pada saat mood-nya sedang baik, diam-diam ia akan menggendong istrinya sekedar berputar-putar hingga nafasnya tersenggal-senggal dan keringat bercucuran, tapi ia dapat merasakan kebahagiaan.
Pria yang menarik ada kalanya juga bisa membuat wanita marah, mungkin juga tak akan mengakui kesalahannya, tapi menghadapi wanita khususnya dalam menghadapi celaan istrinya sendiri, ia tidak akan membanting pintu dan pergi begitu saja, tidak peduli itu dibuat-buat atau tidak. Dia akan menerima omelan dengan ‘patuh’, tidak membantah karena di dalam hatinya sudah ada jawaban.
Biarkan saja sang istri terus mengomel, setelah mengomel sang istri akan mencaci maki, setelah mencaci maki dia akan menangis, lalu setelah menangis dia akan kembali tertawa. Setelah sang istri selesai mencaci maki hingga kemudian mulai tertawa, sang pria akan mulai ‘tidak patuh’ lagi, sebab kini kesempatan bagi pria telah tiba. Tentu saja, saat itu, bagi wanita, sang istri, pria ini sudah tidak bersalah lagi.
Pria yang menarik bisa mengerjakan pekerjaan yang sangat besar, bisa bekerja keras demi pekerjaannya, bisa membela temannya demi keadilan, tapi di hadapan wanita dia sangat bijaksana, tidak akan berbuat hal sekecil apa pun yang bisa membuat wanita sedih, tidak akan melakukan hal sekecil apa pun yang dapat membuat wanita memandang rendah dirinya.
Sebab ia mengerti, dengan melakukan pekerjaan sebesar apa pun juga ia tidak akan bisa mendapatkan dunia, akan tetapi jika membuat seorang wanita sedih, membuat seorang wanita memandang rendah dirinya, apalagi wanita tersebut adalah wanita tambatan hatinya, maka ia akan kehilangan seluruh dunianya. Prinsip ini sebenarnya tidak mendalam, tidak mampu mendapatkan cinta seorang wanita, tidak dihargai dan dikagumi wanita, apalah artinya?
Manusia hidup di dunia ini, sangat sulit mencapai taraf mendapatkan "ikan dan telapak beruang" secara bersamaan, sebagai seorang pria juga demikian. Jadi dalam kehidupan ini tidak peduli apa pun yang kurang dalam hidup kita, tidak peduli masih harus melakukan hal apa pun, apa pun yang kurang dalam diri seorang pria, ada satu hal yang paling baik untuk selalu diingat, yaitu jadilah pria yang menarik.
Jadi seorang pria yang menarik dan bermoral, di dalam pandangan seorang wanita, mungkin adalah pria yang terbaik. (The Epoch Times/lin)
Andai Ku Pergi Dulu
Cerita hidup kian berlalu
Membawaku ke penghujung
Kaku langkah kian lemah
Kelu lidah untuk bicara
Langit jingga warna senja
Desir bayu membisik duka
Kealpaan nan semalam
Inginku lepaskan luka silam
Bersama rayu doa
Damba keampunanNya
Andai diriku pergi
Tinggalkanmu sendiri
Usah kau sedih
Usah tangisi duga dari Ilahi
Andaiku pergi dulu
Tiba ketika dan waktu
Telah tertulis takdir untukku
Perjanjian yang Maha Agung
Doakanku sejahtera disisiNya
Rasa gentar rasa rindu
Bertarung di fikiranku
Wajah ceria, senyum manja
Kisah kita menghapus resah
Maafkan diriku kasih
Karna buat kau menangis
Restuiku dengan cinta
Jangan kau titiskan air mata
Pintaku ridhailah
Terima kasih atas segalanya
Hidup ini sementara
Ujian pasti setia hati
PadaMu kekasih
Moga rahmat hidayahMu
Mengiringiku, menemaniku
Saat akhir waktu
Bersaksi diriku
Tiada lain hanya Kau satu
Memiliki cintaku
Ku serahkan segalanya kepadaMu
Oleh: Hati Bertasbih
Membawaku ke penghujung
Kaku langkah kian lemah
Kelu lidah untuk bicara
Langit jingga warna senja
Desir bayu membisik duka
Kealpaan nan semalam
Inginku lepaskan luka silam
Bersama rayu doa
Damba keampunanNya
Andai diriku pergi
Tinggalkanmu sendiri
Usah kau sedih
Usah tangisi duga dari Ilahi
Andaiku pergi dulu
Tiba ketika dan waktu
Telah tertulis takdir untukku
Perjanjian yang Maha Agung
Doakanku sejahtera disisiNya
Rasa gentar rasa rindu
Bertarung di fikiranku
Wajah ceria, senyum manja
Kisah kita menghapus resah
Maafkan diriku kasih
Karna buat kau menangis
Restuiku dengan cinta
Jangan kau titiskan air mata
Pintaku ridhailah
Terima kasih atas segalanya
Hidup ini sementara
Ujian pasti setia hati
PadaMu kekasih
Moga rahmat hidayahMu
Mengiringiku, menemaniku
Saat akhir waktu
Bersaksi diriku
Tiada lain hanya Kau satu
Memiliki cintaku
Ku serahkan segalanya kepadaMu
Oleh: Hati Bertasbih
Tak Ada yang Abadi

Menjelang senja, sinar merah kekuningan seperti meminta perhatian makhluk bumi untuk bersiap menyambut malam. Tak hanya manusia, hewan-hewan bahkan binatang melata pun beriringan menuju rumah mereka, menikmati malam, memandangi rembulan dan bintang-bintang, dan mendengarkan hewan-hewan malam bersahutan mewarnai malam yang panjang, hingga menanti datangnya fajar. Manusia-manusia aktif yang terkadang tak kenal lelah, terlelap dalam buaian selimut, mimpi, harapan serta do’a. Hingga esok, ada yang terbangun, dan ada yang tetap terlelap, menutup mata untuk selamanya. Tugasnya sebagai manusia telah selesai. Tak ada manusia yang memiliki sepenuhnya hari, tak ada makhluk yang memiliki sepenuhnya kehidupan. Dan tak ada jiwa yang memiliki sepenuhnya apapun yang sesungguhnya bukan berasal darinya. Semua perubahan, kejadian, dan perputaran peran itu meyakinkan kita, bahwa tak ada yang abadi.
Bayi mungil, lucu dan menyenangkan saat lahir, beranjak dewasa, kemudian tua dan akhirnya mati. Kemudian, generasi berikutnya hadir, hingga diakhiri lagi dengan kematian. Itulah hidup. Seperti matahari yang tak pernah selamanya bersinar, seperti daun yang mengering saat tanggal dari tangkainya, seperti embun yang meski sedemikian indah, hanya sekian detik saja umurnya. Seperti hujan yang mungkin setiap hari turun tak pernah berhenti, tak pernah setiap yang diciptakan Tuhan di alam ini, berkuasa untuk tetap memiliki kejadiannya seutuhnya. Karena mereka hanya makhluk, yang semuanya terus berubah dan berujung pada akhir. Tak seperti Pencipta semua makhluk itu sendiri, karena Ia tak berawal, maka tak ada akhir pada-Nya. Sedangkan kita, atau makhluk lainnya, memiliki awal, dan sudah pasti tertulis sudah akhirnya. Kita hanya tinggal menunggu waktu.
Minggu, 20 November 2011
Rayuan Maut + Gombal = Berbahaya

ketika wajahmu yg elok berpaling kearahku,
begitu indah senyum manismu memberi ruang di hatiku,.
ketika tatapanmu berlabuh di kalbuku,
begitu hidup suasana khayalku pada saat itu,.
tapi, tak bisa kubayangkan, jika dirimu tak ada disetiap hari-hariku
tak sanggup aku acuhkan, jika dirimu pergi dari kesibukanku
betapa penting kehadiranmu dikehidupanku,.
betapa berharganya dirimu bagiku.
Soobaat...
Seperti itukah ungkapan cinta itu...
Ingatlah....sobat...
Kala kita terjatuh di jurang cinta semu
Syahwat terasa hangat, bak mentarinya Ilahi di pagi hari
Sentuhan terasa halal, bak bidadari surga membelai dalam cinta
Pertemuan dengannya terasa manis bak merpati yang sedang merindu
Kata2 gombalpun mengalir bak aliran laut yang murni
Dunia telah menipu kita dalam cinta semu yang salah
Sobat, kembalikan lagi cinta itu
Cinta yang mengantarkan kita kesurga-Nya
Cinta yang diridhoi-Nya.
Cinta yang dibaluti ridha Illahi.
Cinta yang bermuara pada kerinduan tuk mereguk pahala-Nya.
Bukan cinta yang merusak dan dimurkai-Nya.
Jagalah CIntaMu jangan campurkan dengan Maksiat
Hingga, tiba saatnya, degup2 penantian hati,
Siapakah sesosok pangeran jiwa yang akan melongok beranda hati
Dan taman cinta fithrahmu,
Ialah yang berhak mencintaimu dengan ketulusan jiwanya.
Inilah cinta tersuci itu.
Langganan:
Postingan (Atom)