Rabu, 29 Maret 2017

Cerita Cinta Berbeda Part 1

"Sepertinya, aku salah jatuh cinta Bah" suaraku lesu.

"Darimana kamu tau Vi?" tanya abah sambil tersenyum.

"Di tempat pengabdian aku suka sama orang dan dia bukan muslim" kataku masih lesu.


Tidak ada laki-laki yang lebih hebat melebihi abahku. Setiap pino bertanya soal keagamaan, aku tak segan menghubungi abah dan menanyakan jawaban padanya. Abah tidak pernah melarangku untuk bergaul dengan siapapun, kata abah kita boleh berteman dengan siapapun asal kuat mental dan tahan godaan. Sebenarnya, abah khawatir melepasku pergi ke tanah Rote terlebih memiliki partner non muslim,
namun kekhawatiran itu abah tutupi dan tentu saja abah melepas kepergianku dengan dada lapang. "Biar Dia tahan banting" kata abah saat umi menampakkan kesedihan melihat kepergianku. Begitulah Abah, bagiku beliau adalah sosok laki-laki yang berwibawa dan penuh kelembutan serta tanggung jawab yang tiada tara.

"Jangan salahakan si cinta Mba Vi hehe, dia tidak salah" sambung andini, adik kecilku yang sedari kecil besar di jawa

"Dengarkan Abah..., abah tidak melarang kamu jatuh cinta, karena bagi abah itu manusiawi, tapi harus diingat Vi, ada cinta di atas cinta yang lebih utama, abah ingin saat kamu jatuh cinta, saat itu pula kamu yakin ada cinta-Nya"

"Weleh-weleh..., Abah Eneng ternyata jago juga ya bahas cinta hihihi..." kata andini sambil tertawa riang gembira.

"Si Eneng ikut-ikutan ajaa, ini urusan orang dewasa yaaa, sana bantu umi masak!" kataku sambil melihat wajah Adikku dengan tatapan tajam.

Mungkin, aku terlalu sibuk mengejar cinta yang iseng menyapa, sehingga saat cinta benar-benar ada, ada kegundahan menghampiri dada. Memang benar apa yang dikatakan Abah, harusnya aku tak memikirkan cinta biasa, fokusku pada cinta utama, agar saat semuanya terfokus pada cinta di atas cinta, dengan sendirinya cinta yang kudamba akan kudapati juga.

Terkadang, kita terlalu sibuk pertahankan cinta yang mulai bersemi di dada,
Padahal, ada cinta-Nya yang lebih utama,
Semoga Dia izinkan aku untuk ungkapkan cinta pada insan yang kudamba, Saat Cinta-Nya mulai terpatri di dada.

*Berdasarkan kisah nyata dengan dilebih-lebihkan.

@Langit

Tidak ada komentar:

Posting Komentar