Rabu, 29 Maret 2017

Cerita Cinta Berbeda Part 2

Dia bukan lelaki idaman wanita beragama,
Tapi karena dia laki-laki apa adanya, aku menyukainya,
Harusnya tak kubiarkan rasa itu mengalir begitu saja,
Karena aku tahu, rasa itu tidak akan pernah sempurana sebelum imannya pindah haluan pada imanku,
Tapi... tanpa aku sadari... aku merasa bahagia bersamanya tanpa sedikitpun ada sandiwara,
Ada apa denganku ini?.

"Program kerja kita hampir beres semua, dan aku senang, anak-anak  antusias menerima"

Kali ini ada yang berbeda, biasanya detik-detik pembahasan program kerja wajahnya selalu bahagia tapi aku merasa  saat ini wajahnya tak pancarkan kebahagiaan yang biasanya. Entahlah, apa itu perasaanku saja?.

"Iya No, aku bahagiaaaa sekali melihat perubahan anak-anak yang kita ajari,  rasanyaa aku tak sia-sia meninggalkan tanah Jawa ke Rote hehehe"

Balasnya hanya tersenyum, dan setelah itu Pino pergi meninggalkanku sendiri. Memang sepertinya pasti ada apa-apa dengannya, tapi... apa urusanku?


"Woyyyy tunggu aku!" kataku sambil berjalan mendekati pino.

Senja di sore itu sepertinya menjadi senja terkahir yang disaksikan oleh kami, karena setelah itu, tidak akan ada lagi manusia yang selalu bertanya tentang agama padaku, tidak akan lagi manusia yang akan selalu bersemangat menyemangatiku dan sepertinya ada sepotong hati yang meronta tak menerima kenyataan yang sudah di depan mata.

Ini bukan karena Dia punya segalanya aku menerimanya,
Tapi karena setiap disisinya aku bahagia,
Apa lagi  yang ingin ku punya?.

Saat ada sosok manusia yang Engkau bahagia bersamanya,
Berkeinginanlah untuk selalu dengannya
Tapi jangan lupa, ikatlah dengan janji suci kepada-Nya
Karena bisa saja, dengannya Engkau bisa menggapai  Syurga bersama.

*Berharap imannya berpindah haluan pada imanku

@Langit

Tidak ada komentar:

Posting Komentar